Tampilkan postingan dengan label Max Changmin. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Max Changmin. Tampilkan semua postingan

6.1.12

Fanfiction - Nado SAranghae, hyung [4]

Title: Nado Saranghae, Hyung.
Genre: Angst, Family and Romance.
Cast: DBSK
Pairing: YunJae.

Mianhe, author baru bisa Update. Mianhe juga, jika FF ini masih memiliki banyak kekurangan dalam penulisannya juga kependekan. Author banyak mengucapkan Terima Kasih untuk Park Ri Byul Yang telah memberi tahu letak-letak kekurangan FF ini. Dan Terima kasih untuk readers yang telah mereview.

~ooOoo~

Chapter 04
Hujan.
Sore ini Seoul diguyur oleh hujan berkepanjangan. Seakan langit turut bersedih, turut menangis bersama seorang namja berparas imut yang sedari tadi mencari sesosok yang ia sayangi di bawah derasnya hujan. Tubuhnya yang terbalut oleh V-neck putih dan celana jeans yang Melekat di kakinya kini tengah basah kuyup akibat guyuran hujan. Bibir tipisnya mulai terlihat pucat, giginya bergemelatuk menahan hawa dingin yang menusuk tulang-tulangnya.
Ia terduduk lemas di atas rerumputan taman Rumah sakit, membiyarkan dirinya terguyur oleh air hujan Lebih lama. Manik matanya terus saja mengeluarkan air mata, rasa bersalah menghinggapi hatinya.
''Mianhe.'' Ucapnya berulang kali diantara isak tangisnya yang kini sudah pecah yang diiringi oleh suara derasnya hujan. Tangan kanannya memukul-mukul tanah dengan kesal. Ia berteriak frustasi berusaha meluapkan rasa bersalah yang ada di dalam hatinya.
Tiba-tiba, tubuhnya tak lagi di guyur oleh hujan. Seseorang tengah berdiri di belakangnya sambil memayunginya agar badannya tak lagi basah oleh air. Ia mendongak, menatap sepasang mata Milik seorang yang berdiri di belakangnya yang tengah menatapnya dengan tatapan iba dan khawatir.
''Junsu-ssi, kau bisa demam nanti. Mari masuk, kita Cari Jaejoong hyung lagi saat hujan reda.'' Ucap orang itu dengan nada yang terdengar Khawatir.
''Aniya. Aku harus mencari Jae-hyung, Yoochun-ssi. Ini semua salahku, harusnya aku tak meninggalkannya tadi.'' Jawab Junsu Kembali terisak saat mengingat alasan kenapa Jaejoong bisa menghilang.
''Tapi kau bisa sakit. Jika kau sakit, kau tak bisa mencari Jaejoong hyung.'' Kata Yoochun seraya mensejajarkan tingginya dengan tinggi Junsu yang tengah terduduk di tanah. Yoochun mengelus pelan bibir Junsu yang kini terlihat Pucat dengan sayang. Iris gelap miliknya tak lepas menatap manik mata milik Junsu.
''Bahkan bibirmu sudah pucat begini. Ayolah, kita masuk dan keringkan badanmu. Setelah hujan reda, aku berjanji akan membantumu mencari Jaejoong Hyung sampai ketemu.'' Bujuk Yoochun sambil membelai dengan sayang rambut basah Junsu. Badan Junsu sedikit bergetar saat Yoochun membelai rambutnya. Junsu merasakan sesuatu yang tiba-tiba berdesir di hatinya.
''Aish, perasaan apa ini...'' Tanya Junsu dalam hati pada dirinya sendiri. Berusaha menepis perasaan aneh yang tiba-tiba hadir di dalam tubuhnya. Ia menatap manik mata Yoochun, jelas tergambar rasa Khawatir dan ketulusan disana. Entah kenapa tiba-tiba Junsu merasakan sesuatu yang aneh hadir dalam tubuhnya saat menatap mata Yoochun. Apakah ia menyukai Seorang Dokter bernama Park Yoochun yang ada di hadapannya ini? Padahal mereka baru saja bertemu satu jam yang lalu. Mungkinkah ia menyukainya?
Flasback
Satu jam yang lalu.
Yunho berjalan dengan terburu-buru menelusuri koridor rumah sakit. Rasa bingung dan takut menguasai pikirannya. Dibelakangnya terlihat Dokter muda Park Yoochun yang mengikuti langkah cepat Yunho menuju ruang rawat Jaejoong. Yunho dengan cepat membuka pintu ruang rawat Jaejoong, matanya melihat sosok Junsu yang terduduk di sudut ruangan sedang memegangi kedua lutunya sambil menangis.
Yunho segera menghampiri Junsu, ia memeluk Junsu. Berusaha menenangkan Namja itu walau sebenarnya ia sendiri juga sedang ketakutan.
''Junsu-ie, ssht. Jangan menangis, tak ada gunanya kau menangis.'' Ujar Yunho pelan sambil menepuk-nepuk bahu Junsu yang bergetar.
''Tapi Hyung, hiks.. Ini salahku..'' Kata Junsu sambil melepas pelukan Yunho. Kemudian Ia menatap Yunho dengan mata yang berlinang air mata. Yunho tersenyum sedih saat melihat Wajah Junsu yang memerah juga matanya yang sedikit sembab, ''Ssht. Sudahlah, sekarang kau bantu aku mencarinya, ne. Kau dan Yoochun-ah tolong cari Jaejoong di sekeliling rumah sakit. Aku akan mencari di jalanan sekitar sini. Arra?''
''Arraseo.'' Jawab Junsu sambil mengangguk kecil. Yunho tersenyum, ia menghapus air mata Junsu dengan punggung tangannya. Lalu membantu Junsu berdiri. Junsu Menatap Yoochun yang ada di hadapannya.
Matanya memperhatikan Wajah tampan milik Yoochun. ''Tampan..'' Gumgamnya kecil, bisa ia rasakan wajahnya memanas seketika.
''Mohon Bantuannya.'' Ujar Junsu cepat sambil menunduk, menyembunyikan wajahnya yang kini tengah memerah dari Yoochun.
''Ne.'' Jawab Yoochun sambil tersenyum sedih, ''Lagipula Ini juga Tanggung Jawabku sebagai Dokter Jaejoong Hyung.''
''Baiklah. Aku pergi dulu. Nah kalian berdua tolong cari di sekeliling rumah sakit.'' Ucap Yunho saat ia merasa bisa meninggalkan Junsu dengan Yoochun. Ia segera berlari keluar dari ruang rawat Jaejoong menuju parkiran dan melesatkan mobilnya dengan cepat membelah Jalanan Seoul.
''Nah, mari kita cari Jaejoong Hyung.'' Ajak Yoochun pada Junsu Sambil tersenyum.
Junsu mengangguk kecil, ''Aku akan mencari di taman. Anda tolong cari di dalam gedung rumah sakit.''
''Ne, baiklah.''
Flasback End
''Ne. Baiklah.'' Ucap Junsu akhirnya mengiyakan perkataan Yoochun karena menurutnya perkataan Yoochun ada benarnya juga. Yoochun yang mendengarnya tersenyum lembut ke arah Junsu.
Yoochun dengan perlahan menggenggam erat tangan Junsu yang dingin. ''Ayo masuk.'' Ucapnya sambil menarik tubuh Junsu agar segara masuk ke dalam gedung rumah sakit.
Junsu hanya mengangguk, mengikuti langkah Yoochun yang ada didepannya dengan wajah yang memerah dan jantung yang terus berdetak cepat. Sepertinya memang Junsu mulai menyukai Seorang Park Yoochun saat ini.
~ooOoo~
Seorang namja bertubuh tinggi sedang berjalan menelusuri Jalanan Seoul dengan santai. Hujan telah reda, beberapa menit yang lalu. Tubuh tingginya dibalut oleh V-neck biru muda dilapisi dengan mantel bewarna hitam serta celana Jeans. Tangan kanannya memegang erat sebuket bunga Lily putih.
''Hero hyung. Aku merindukanmu...'' Ucap namja tinggi itu pelan, sambil menghirup dalam aroma bunga Lily putih yang ia bawa. Seakan dengan melakukan hal itu mampu mengobati rasa rindunya.
Pikirannya melayang. Kembali mengingat masa lalu, saat ia masih bersama orang yang ia sayangi. Hero Hyungnya. Tiba-tiba langkah namja bertubuh tinggi itu terhenti, ia berdiri mematung memandangi sesosok namja cantik yang berdiri beberapa meter di depannya hendak menyebrang. Pakaian Namja cantik itu terlihat basah kuyup, mungkin tadi ia kehujanan. Namja tinggi itu tak percaya pada penglihatannya sekarang ini. rasa tak percaya, senang dan bingung menghinggapi hatinya disaat bersamaan.
''Hero hyung... '' Desahnya pelan dengan suara senang bercampur ketidakpercayaan. Namja tinggi itu lalu berlari kecil menghampiri namja cantik itu. Ia menarik lengan namja cantik itu dengan cepat dan sedikit kasar.
Jika terlambat sedetik saja, mungkin namja cantik itu telah tertabrak mobil yang melintas.
''Hati-Hati!'' Kata namja tinggi itu tanpa melepas lengan namja cantik yang ada di hadapannya.
Matanya terus memperhatikan namja cantik itu, seakan mencari perbedaan yang bisa membuat hatinya yakin jika sosok dihadapannya ini bukanlah orang yang sama dengan orang yang ia rindukan.
Jika namja yang ada dihadapannya ini bukanlah Hero hyungnya.
''Kau gila atau Bodoh? Jelas-jelas lampu lalu lintas bewarna hijau, kenapa kau malah menyebrang hah?'' Sambungnya lagi.
Namja cantik itu hanya diam, sambil memandangi namja tinggi di hadapannya dengan tatapan bingung.
''Kau siapa?'' Tanya namja cantik itu sambil memiringkan kepalanya, pertanda ia bingung.
''Aku Max. Kau?'' Jawab namja tinggi itu.
''Jaejoong.'' Jawab namja cantik itu. Ia menatap linglung ke arah Max, ''Kita pernah bertemu sebelumnya?''
''Tidak. Ini yang pertama.'' Jawab Max tanpa mengalihkan matanya untuk terus memperhatikan Jaejoong.
''Kenapa namja bernama Jaejoong ini begitu mirip denganmu Hero Hyung? Wajahnya sama denganmu, hyung. Bahkan dia memiliki suara yang sama sepertimu'' Tanya Max dalam hatinya pada dirinya sendiri.
Ia masih menatap Jaejoong dengan tatapan tak percaya. Bagaimana bisa Jaejoong begitu mirip dengan Hero hyungnya Yang telah meninggal satu tahun yang lalu karena sebuah insiden kecelakaan.
''Kau membawa Bunga yang cantik. Boleh untukku?'' Tanya Jaejoong saat mata hitamnya melihat sebuket bunga lily yang dipegang Max.
''Boleh. Kau boleh memilikinya.'' ucap Max sambil memberikan bunga lily itu pada Jaejoong. ''Tapi kau harus menemaniku makan sebagai gantinya.''
Jaejoong mengangguk pelan, sambil tersenyum.
''Ne.''
~ooOoo~
Kini Max dan Jaejoong tengah duduk di salah satu kursi di sebuah restoran pilihan Max. Mereka duduk di dekat jendela, karena permintaan Jaejoong. Setelah memesan makanan, Max dan Jaejoong saling terdiam. Bingung mau berbicara apa.
''Kau kabur dari rumah sakit ya?'' Tanya Max membuka percakapan setelah lama terdiam. Ia baru sadar jika saat ini Jaejoong sedang menggunakan pakaian pasien rumah sakit.
Sedangkan Jaejoong hanya menggeleng pelan, ''Entahlah, Max. Aku lupa.''
Max kembali terdiam, keningnya berkerut, ia menatap heran Jaejoong. Pertanyaan yang ada di benak Max saat ini adalah kenapa Jaejoong bisa melupakan hal-hal yang seharusnya ia tak mungkin bisa melupakannya. Kecuali jika Jaejoong menderita penyakit...
''Kau sakit?'' Tanya Max lagi saat pelayan datang membawa pesanan mereka.
''Sepertinya.'' Jawab Jaejoong pendek. ''Hatchi...''
Jaejoong bersin-bersin. Max yang melihatnya merasa kasihan, pasti Jaejoong kedinginan sekarang. Apalagi bajunya yang basah kuyup seperti itu.
Max langsung membuka mantel hitam yang ia kenakan lalu memakaikannya pada Jaejoong.
''Agar kau tidak kedinginan.'' Ucap Max pelan, ''mantel itu bisa untuk menghangatkan badanmu. Setelah makan kita beli pekaian, ne.''
''Gomawo, Max.'' Jawab Jaejoong pelan sambil mengeulas sebuah senyuman di wajah cantiknya.
''Ne, ayo makan.'' Kata Max lalu langsung memakan nasi goreng yang ada dihadapannya.
Jaejoong terdiam, ia memperhatikan Max yang sedang makan.
Max yang merasa diperhatikan, menghentikan makannya dan menatap Jaejoong dengan heran.
''Kenapa kau memperhatikanku?'' Tanyanya ''Dan kenapa kau tak makan?''
''Mianhe. Tapi Aku lupa cara makan.'' Jawab Jaejoong pelan sambil menundukan kepalanya. Menyembunyikan raut kesedihannya dari Max.
Max yang mendengarnya, hanya mendesah ringan. Sepertinya dugaannya benar.
''Alzheimer?'' Tanya Max pada Jaejoong.
Jaejoong terdiam, lalu mengangguk ragu.
''Arraseo.'' Jawab Max sambil mengangguk pelan. Ia menggeser kursinya menjadi disamping Jaejoong. Ia menyendok sesendok penuh nasi goreng ''Bilang aaaaa..'' Katanya pada Jaejoong.
Jaejoong dengan ragu-ragu membuka mulutnya dan mulai makan.
''Gomawo..'' Ucap Jaejoong setelah mengunyah makanannya. ''Eh, Max. makanan itu apa namanya?'' Tanya Jaejoong antusias sambil menunjuk piring yang berisi beberapa potong sushi. Max melihat ke arah yang ditunjuk oleh tangan lentik Jaejoong.
''Oh, ini. Kau pasti lupa namanya, kan. Ini namanya sushi. Kau mau mencobanya?'' tanya Max sambil tersenyum.
Saat seperti ini, ia teringat lagi oleh Hero hyungnya. Dulu ia sering sekali menyuapi hyungnya itu.
''kalau boleh, aku mau..'' Ucap Jaejoong dengan nada manja. Melihat itu, Max tersenyum lembut ke arah Jaejoong, ia menyuapkan sepotong sushi ke Jaejoong.
''Enak.'' Desah Jaejoong pelan. ''Max, kalau yang itu apa?'' Tanya Jaejoong lagi dengan tatapan polos. Yang membuat Max tak bisa berhenti melukiskan senyuman di wajah tampannya.
''Ini udang. aaa..'' Ucap Max sambil menyuapkan sepotong udang pada Jaejoong.
Max terus menyuapi Jaejoong dengan makanan yang ada di atas meja. Sesekali mereka tertawa karena Max menceritakan sebuah lelucon pada Jaejoong.
''Kau tahu, kau begitu mirip dengan hyungku.'' Ucap Max tiba-tiba setelah menyuapkan sepotong daging pada Jaejoong.
Jaejoong yang mendengarnya menatap Max dengan pandangan bingung.
''Bagaimana bisa?'' Tanyanya ''Wajahnya sama denganku?''
''Bukan hanya wajah. Beberapa tingkah lakunya sama sepertimu. Kau mengingatkanku padanya.'' Jawab Max sambil membelai rambut Jaejoong pelan. Ia memandangi mata hitam milik Jaejoong dengan tatapan sayang.
Tanpa Max sadari, manik mata kelamnya menitihkan air mata. Ia tak mampu lagi menahan Rasa rindunya.
''Max... Kau menangis. kenapa?'' Tanya Jaejoong sambil menghapus air mata Max dengan punggung tangannya. Ia menatap Max dengan mata besar hitamnya, ''Apa aku menyakitimu?''
Max menggeleng pelan, ''Aniya. Kau membuatku Senang. Boleh aku memelukmu?'' Tanya Max dengan nada pelan dan sedikit ragu.
Jelas terpancar di pandangan matanya, jika ia sedang sedih. Jaejoong hanya tersenyum sambil mengangguk, Menyetujui permintaan Max.
Max langsung memeluk Jaejoong dengan erat, menenggelamkan wajahnya pada dada Jaejoong. Sama seperti saat ia memeluk hero hyungnya.
Samar tercium aroma vanilla dari tubuh Jaejoong, yang lagi-lagi aroma yang juga dimiliki Hero Hyungnya. Mereka berdua sama-sama beraroma vanilla.
''kau begitu merindukannya, ne?'' Tanya Jaejoong sambil mengelus pelan bahu Max yang bergetar.
''Ne. Aku sungguh merindukannya.'' Jawab Max masih dalam pelukan Jaejoong dengan suara parau. Ia menangis.
''Memangnya hyungmu pergi kemana, Max?'' Tanya Jaejoong lagi. Terdengar nada keheranan dalam suaranya saat menanyakannya.
''Surga.''
Mendengar jawaban Max, Jaejoong terdiam. Tapi sedetik kemudian ia langsung membelai rambut Max dengan sayang. Ia tahu bagaimana rasanya kehilangan orang yang disayangi, apalagi bagaimana tersiksanya jika rasa rindu telah muncul memenuhi segala ruang dalam hati. Karena Jaejoong mengingatnya, ia juga pernah merasakan hal yang sama seperti Max. Saat-saat dimana ia begitu merindukan kedua orang tuanya.
''kau boleh menganggapku sebagai hyungmu, Max. Eum, bukan untuk menggantikan posisi hyungmu, hanya untuk mengisi kekosongan hatimu karena kepergian hyungmu.'' Kata Jaejoong pelan di telinga Max. Ia berusaha menghibur Max.
Max melepaskan pelukannya, matanya yang sedikit sembab dan merah menatap Jaejoong dengan tatapan tak percaya.
''kau serius?'' Tanyanya dengan suara bergetar. Tak percaya juga senang terdengar jelas di dalam suaranya.
''Ne. Tentu saja.''
''Ah, gomawo Jaejoong hyung.''
~ooOoo~
''Kau pergi kemana Joongie?'' Bisik Yunho pelan di balik kemudi mobilnya. Matanya terus memperhatikan jalanan Seoul yang ramai sore ini. Hujan telah reda beberapa saat yang lalu, membuat Jalanan kembali ramai karena orang-orang kembali beraktivitas.
Yunho menepikan mobilnya di pinggir jalan. Ia sudah tak tahu lagi harus mencari Jaejoong kemana. Ia sudah mengelilingi Seoul selama satu setengah jam, tapi sampai sekarang ia belum berhasil menemukan Jaejoong.
''Pabbo!'' Umpat Yunho sambil memukul Stir Mobil dengan tangan kanannya.
Berusaha meluapkan rasa kesal dan frustasi yang ada di dalam dirinya.
''Harusnya kau menjaganya, bukan malah meninggalkannya! Dasar Pabbo! Kau mencintainya kan? Harusnya kau tetap disisinya, bukan malah pergi! Pabbo! Sekarang bagaimana? kau Bodoh Yunho!'' Teriak Yunho kesal di dalam mobil.
Ia meremas rambutnya frustasi. Air matanya keluar dengan perlahan membasahi wajahnya yang tampan. Ia mengucapkan kata maaf diantara tangisnya.
''Joongie, mianhe. Jangan begini.. Hyung janji akan selalu menemanimu, ne. Kamu dimana Joongie? Jangan siksa hyung seperti ini...'' Racau Yunho sambil memegangi dadanya yang terasa sakit. Rasa Sakit yang ia rasakan karena tidak becus menjaga Orang yang ia sayangi sekaligus ia cintai.
Tiba-tiba Ponsel Yunho berdering, tanda seseorang menghubunginya. Dilayar Ponselnya tertera nama Yoochun. Dengan Enggan ia menerima telpon Dari Yoochun itu.
''Yeoboseo.'' Ucap Yunho dengan suara tercekat.
''Hyung, Mianhe. Aku sudah mencari Jaejoong hyung bersama Junsu-ssi di area sekeliling rumah sakit. Tapi Jaejoong hyung tidak ada.'' Kata Yoochun dengan suara yang terdengar sedih dan bersalah juga menyesal melebur menjadi satu.
''Arraseo. Aku masih mencarinya, Yoochun-ah. Gomawo sudah mau membantuku mencari Jaejoong.'' Jawab Yunho.
''Ne, hyung. Mungkin sekarang Jaejoong hyung sudah berada di jalanan sekitar ...''
Yunho mendengarkan Yoochun berbicara, sambil matanya memperhatikan sekeliling.
Tiba-tiba ekor matanya melihat sosok Jaejoong sedang bersama seorang namja bertubuh tinggi. Mereka berdua berada di sebrang jalan.
''Yoochun-ah. Mianhe, aku putus telponnya. Aku akan mengabarimu segera'' Ucap Yunho cepat lalu memutus sambungan telponnya kemudian memasukkan ponselnya ke saku celananya.
Ia segera keluar dari dalam mobilnya.
''Joongie!'' Panggil Yunho sedikit berteriak.
Tapi Jaejoong tak berhenti melangkahkan kakinya bersama namja tinggi itu. Yunho dengan cepat berlari menyebrang terburu-buru tak ingin kehilangan Jaejoongnya untuk kedua kalinya. Ia menyebrang tanpa melihat kondisi jalanan.
''Joongie!'' Panggilnya lagi.
''AWAS!'' Pekik seorang yeoja yang berdiri di sebrang jalan pada Yunho. Dengan cepat Yunho menoleh ke samping dan melihat sebuah mobil tengah bergerak ke arahnya.
TIIIIN!
TBC...
~ooOoo~

Fanfiction - Nado Saranghae, Hyung [3]

Author : Kim Re Ah
Title : Nado saranghae hyung
Genre : Angst, Family, and romance.
Cast : DBSK
Pairing : YunJae
Chapter 3 ini di publish cepet, sebagai perminta maafan author karena chapter 2nya jelek dan kecepetan alurnya.
Makasih untuk reviewnya. semoga cahpter ini nggak kecepetan lagi ya, alurnya.
~ooOoo~
chapter 03
''Jangan sekarang. Ini terlalu cepat.'' bisik Yunho pada telinga jaejoong yang sudah tak sadarkan diri. ''bahkan kau belum mendengar pernyataan cintaku. Jangan sekarang, jebal...''
~ooOoo~
Dengan cepat Yunho segera membawa jaejoong ke rumah sakit. Saat dirumah sakit jaejoong langsung ditangani oleh dokter Park Yoochun, dokter kepercayaan keluarga Jung. Yunho menunggu di depan ruang ICU dengan perasaan gelisah. Perasaan takut mulai menyergapnya lagi, perasaan takut akan kehilangan sosok yang ia sayangi untuk ketiga kalinya. Ya, Tuan dan Nyonya Jung telah meninggal beberapa tahun yang lalu. Tuan jung meninggal karena kecelakaan sedangkan Nyonya Jung karena penyakit yang sama dengan penyakit yang diderita jaejoong sekarang.
Beberapa menit kemudian dokter park Yoochun keluar dari ruang ICU. Yunho yang melihatnya, langsung menghampiri dokter muda itu.
''apa yang terjadi dengan jaejoong, Yoochun-ah?'' tanya yunho langsung.
''dia kelelahan, hyung. Sepertinya ia banyak memaksakan diri akhir-akhir ini. Memaksakan diri untuk mengingat sesuatu.'' kata Yoochun pelan. Yunho hanya dapat terdiam setelah mendengar perkataan Yoochun. Ia tak tahu lagi harus berbuat apa agar BooJaenya itu tak menderita dengan penyakit yang dideritanya.
''lalu bagaimana sekarang?'' tanya Yunho lagi dengan nada yang terdengar lelah. Lelah melawan kenyataan jika sebentar lagi mungkin ia akan berpisah dengan Boojaenya.
''sebaiknya mulai sekarang, jaejoong hyung di rawat di sini saja. Aku sudah harus mulai memperhatikan jaejoong hyung secara lebih sekarang.'' jawab yoochun sambil mendesah ringan.
''arraseo.'' ucap Yunho sambil tersenyum sedih. Yang dapat ia lakukan sekarang hanyalah menuruti perintah Yoochun, agar dapat setidaknya memperpanjang waktu boojaenya.
~ooOoo~
Junsu berjalan dengan cepat menelusuri koridor rumah sakit tempat jaejoong dirawat. Ia merasa gelisah karena tiba-tiba saja Yunho melefonnya dan memintanya untuk pergi ke seoul hospital karena jaejoong ingin bertemu dengannya. Junsu mengetuk pelan sebuah pintu ruang rawat bercat putih. Beberapa detik kemudian, pintu itu terbuka. Seorang namja tampan dengan mata elang berdiri di depan junsu.
''Hyung..'' panggil junsu pelan pada seseorang didepannya. ''aku datang.''
''masuklah.'' ucap namja itu mempersilahkan Junsu masuk ke dalam ruangan yang dipenuhi oleh bau obat-obatan.
''jaejoong sedang tidur, bisakah kau menunggunya sampai ia bangun?'' tanya namja itu lagi sambil memandangi seorang namja cantik yang tengah tertidur.
Junsu mengangguk pelan, ''ne. Aku akan menunggu jae-hyung bangun. Yunho hyung..''
''gomawo, junsu-ah.'' jawab yunho sambil tersenyum.
''bagaimana bisa jae-hyung masuk rumah sakit, hyung?'' tanya Junsu pada yunho.
''kata dokter dia kelelahan, sepertinya dia terlalu memaksakan diri untuk ujian.'' jawab yunho sambil tersenyum sedih.
''lalu bagaimana kondisinya sekarang?'' tanya junsu lagi. Kini ia memandangi jaejoong yang tertidur di atas ranjang rumah sakit. Kulit putih jaejoong kini terlihat lebih pucat dari pada dulu. Badan jaejoong pun kini terlihat lebih kurus dari pada dulu, terakhir junsu melihat jaejoong.
''dia harus dirawat di sini'' kata yunho sambil mendesah ringan. ''boleh kutitipkan jaejoong sebentar padamu? Aku harus pergi ke kantor, ada beberapa pekerjaanku yang harus kuselesaikan.''
''ne, hyung. Aku akan menjaga jaejoong hyung sampai kau kembali.'' jawab junsu sambil tersenyum.
''gomawo. Aku akan cepat kembali.'' kata yunho lalu berjalan meninggalkan ruang rawat jaejoong.
Setelah Yunho pergi, Junsu mendudukkan dirinya di kursi di samping ranjang jaejoong. Tangannya mengelus pelan rambut jaejoong dengan sayang. Pikirannya melayang ke masa saat mereka berdua masih sama-sama sekolah. Saat-saat dimana Junsu selalu membantu keseharian jaejoong di sekolah beberapa minggu terakhir sebelum kelulusan.
''jae-hyung...'' panggil junsu pelan. Matanya mulai terasa panas, sebentar lagi mungkin air matanya akan turun membasahi wajahnya. Ia merasa sedih saat melihat kondisi jaejoong saat ini, begitu lemah. Apalagi saat ia teringat akan kenyataan mungkin sebentar lagi jaejoong akan meninggalkannya.
Tiba-tiba saja jaejoong membuka matanya perlahan, mengerjap-ngerjapkan manik matanya beberapa kali. Menyesuaikan retina matanya yang terkena sinar lampu.
''kau siapa?'' tanya jaejoong saat melihat junsu yang sedang duduk di samping ranjangnya.
''ini aku, junsu. jae-hyung.'' jawab junsu sambil tersenyum ke arah jaejoong. Tapi didalam hatinya ia sedih melihat kondisi hyungnya yang seperti ini. Jaejoong terdiam, mencoba mengingat junsu.
''ya! akhirnya kau datang Junsuie, kau lama sekali.'' kata jaejoong sambil mengerucutkan bibir cherrynya saat ia sudah mengingat Junsu. Junsu hanya tertawa kecil saat melihat kelakuan jaejoong. Kebiasaan Hyungnya yang tak berubah saat ia sedang kesal.
''mianhe, jae-hyung. Diluar macet sekali.'' jawab junsu sambil tersenyum. ''nah, apa yang ingin kau bicarakan denganku?''
jaejoong kembali terdiam, ''mianhe. Aku lupa junsuie.''
''aku punya banyak waktu untuk menunggumu, hyung. Tak usah terburu-buru.'' jawab junsu. ''santai saja.''
Jaejoong mengangguk lalu ia terdiam, begitu pula dengan junsu. ruangan itu begitu hening yang terdengar hanyalah suara detik jam dinding yang terus berputar, menyadarkan junsu dan jaejoong jika waktu terus berjalan dalam keheningan ini.
''junsuie, aku sudah ingat sekarang.'' ucap jaejoong tiba-tiba setelah ia terdiam lama. Sangat lama, sampai-sampai junsu ketakutan dalam diamnya. Ia takut terjadi sesuatu pada jaejoong.
''hm, apa?'' tanya junsu sambil memandang jaejoong.
''tolong jaga Yunho hyung.'' ucap jaejoong pelan sambil tersenyum. ''dia hyung yang baik. Aku tak mau melihatnya sedih jika nanti aku pergi.''
''hyung, kau bicara apa sih?'' tanya junsu dengan suara sedih. ''jangan katakan ini lagi. Aku tak mau mendengarnya. Kau akan sembuh, hyung. Ingat itu!''
jaejoong menggeleng pelan, ''tidak, suie. Aku tahu penyakit apa yang menyerangku. Dulu aku pernah melihat umma dalam kondisi seperti ini.''
jaejoong ingat bagaimana keadaan ummanya dulu, saat ummanya sakit seperti dirinya saat ini. Semua usaha yang dilakukan tetap saja membuahkan hasil yang sama. Tetap saja semuanya berujung pada lubang kematian, penyakit yang ummanya dan ia derita saat ini belum bisa di sembuhkan oleh dunia medis. Mau tak mau ia harus meninggalkan Hyung yang ia sayangi sejak kecil itu. Bahkan rasanya sekarang rasa sayangnya untuk Yunho sudah berbeda. Bukan lagi rasa sayang adik kepada kakak.
''itu dulu, hyung. Sekarang, aku dan yunho hyung akan berusaha membuatmu sembuh. Kau akan sembuh dan hidup bersama kami.'' jawab junsu yakin sambil menangis.
Ia tak mau melihat Hyungnya pesimis, kemungkinan untuk sembuh itu pasti ada walaupun sangat kecil. Walaupun rasanya mustahil.
''suie, jebal. Tolong lakukan ini untukku.'' kata jaejoong memohon, ''aku tidak tahu lagi harus menitipkan Yunho hyung pada siapa selain padamu.''
''arraseo.'' jawab junsu akhirnya sambil mendesah ringan. Menatap sendu ke arah jaejoong yang tengah tersenyum manis karena permintaannya telah terpenuhi.
''aku akan menjaga yunho hyung, asalkan jae-hyung mau berjanji satu hal padaku.'' ucap junsu tiba-tiba.
''apa?''
''jangan pernah lelah, Jangan pernah menyerah pada penyakitmu, ne. Kau kuat, hyung kau pasti sembuh.'' kata junsu pelan seraya menggenggam erat tangan jaejoong. ''arra?''
''arraseo. Aku janji, padamu suie.'' jawab jaejoong sambil mempererat genggaman tangannya dengan tangan Junsu. Junsu hanya mengangguk kecil, lalu terdiam.
Hening.
Lagi.
Yang terdengar hanyalah suara detak jam dinding. Jaejoong dan Junsu sama-sama tenggelam dalam pikirannya masing-masing.
Jaejoong memikirkan hubungannya dengan Yunho. Sebenarnya jika ia boleh jujur, ia mencintai Hyungnya itu sejak dulu. Ia selalu memendam rasa cintanya itu, karena takut hyungnya akan merasa jijik dengannya. Bukankah mereka tidak seharusnya saling menyukai satu sama lain?
Karena alasan itulah jaejoong hanya diam saja, ia hanya bisa menunjukan rasa sayangnya sebatas rasa sayang adik kepada kakaknya. Ya, hanya adik kepada kakanya tak lebih. Tapi jauh didalam hatinya, ia menginginkan suatu keajaiban datang dalam hidupnya. Walaupun hanya sebentar, walaupun hanya sekejap ia ingin hyungnya itu membalas rasa cintanya. Tapi entahlah, akankah keajaiban itu akan datang pada kehidupan jaejoong?
Dan semoga saja, ia masih memiliki waktu untuk menanti keajaiban itu.
Berbeda dengan Junsu, ia sedang memikirkan bagaimana caranya agar Jaejoong bisa sembuh. Terdengar mustahil memang, tapi apa salahnya berharap dan berusaha?
Apa salahnya berharap akan terjadi keajaiban di kehidupan jaejoong. Keajaiban ia dapat sembuh dari penyakitnya, keajaiban ia dapat kembali menjalani hari-harinya lagi seperti dulu.
Apa salahnya berusaha mencoba mengobati penyakit itu. berusaha membuatnya sembuh walau dengan kemungkinan yang kecil dan terdengar mustahil.
''hyung, kau lapar tidak?'' tanya junsu tiba-tiba memecah keheningan yang sedari tadi merajai.
''hm..'' jaejoong mengangguk kecil.
''kalau begitu, aku pergi beli makanan dulu ya.'' kata junsu sambil berdiri dari kursi yang ia duduki, ''sebentar saja. Aku akan cepat kembali.''
jaejoong mengangguk pelan. Setelah sosok junsu telah hilang di balik pintu ruang rawatnya, jaejoong mendudukkan tubuhnya di atas ranjangnya.
''aku bosan...'' desahnya kecil
~ooOoo~
junsu berjalan cepat menelusuri koridor rumah sakit. perasaan takut dan khawatir mulai menyerang hatinya, ia terlalu lama meninggalkan jaejoong sendirian. Sudah hampir setengah jam, ia meninggalkan jaejoong. Junsu dengan cepat membuka pintu kamar rawat jaejoong. Kantong plastik berisi makanan terlepas begitu saja dari tangannya saat ia melihat ke arah ranjang jaejoong yang kosong. ''jae-hyung... Kau dimana?'' desah junsu pelan sambil masuk ke dalam ruang rawat jaejoong. Ia mencari sosok jaejoong dalam ruangan itu, tapi nihil. Matanya tak dapat menemukan sosok jaejoong dalam ruangan berbau obat-obatan itu. Matanya mulai terasa panas, hatinya mulai terhinggapi oleh rasa ketakutan.
Tangannya mulai gemetar, bahu serta kakinya pun ikut bergetar. Ia terduduk lemas di lantai, saat dirinya sadar akan kenyataan yang terjadi. Jaejoong hilang!
Apa yang harus ia katakan pada yunho nanti? Apalagi kondisi jaejoong yang sedang sakit seperti ini bisa membahayakan nyawa jaejoong sendiri.
''pabbo! Kenapa kau meninggalkannya sendirian!'' maki junsu pada dirinya sendiri. Tanganya yang masih gemetar, mengambil ponsel yang ada di saku celananya. Ia menekan nomor yunho dan menghubunginya.
"Yeoboseyo.'' ucap junsu dengan suara yang bergetar saat sambungan telponnya terhubung dengan Yunho.
''ne, junsu-ah. Ada apa?'' tanya yunho.
''hyung... Mianhe, hyung. Mianhe...'' ucap junsu diantara isak tangisnya.
''junsu-ah. Ada apa? Kenapa kau menanggis?'' tanya yunho dengan suara yang terdengar keheranan. ''ada apa? Jangan membuatku takut.'' ''mianhe, yunho hyung. Tadi aku meninggalkan jaejoong hyung untuk membeli makanan. saat aku kembali, jae-hyung sudah...''
''sudah apa junsu-ah?'' potong yunho cepat. Terdengar nada suaranya yang mulai ketakutan.
''jae-hyung sudah tidak ada di kamarnya, hyung.'' jawab junsu dengan suara yang lirih hampir berbisik. ''jae-hyung hilang.''
''...'' hening. Tak ada jawaban.
''hyung...'' panggil junsu lagi saat Yunho hanya diam saja.
''junsu-ah, ayo kita cari jaejoong.''
''arraseo.''
TBC
~ooOoo~

5.12.11

[PHOTOS] Changmin & Lee Yeonhee Spotted Together

bm
Lama gak terdengar kabarnya, Changmin tertangkap kamera sedang bersama Lee Yeon Hee, aktris unggulan SME.
Bagi yang nggak inget, siapa itu lee yeon hee, kalian bisa liat di MV-nya Jang Ri In. Mulai dari Timeless sampe I Will, yang selalu muter2 aja di samping duet Hankyung-Siwon.
Dengan bukti foto-foto stalker ini, apakah ada apa-apa antara Changmin dan Lee YEon Hee ? Lets guess ><
Lee YEon Hee juga mulai di kenal lewat perannya bareng Kangin di Hello Schoolgirl, juga duet-nya bareng Super Junior di lagu Club No. 1
Baru2 ini, dia membintangi iklan LG OZ Generation bareng Kim Ki Bum *aaarrkkkh… kok dikelilingi cowok cakep mulu -_______-*

bb
ii
credit : dbsknight
shared by : ayoshiari@STI

[PIC] 110323 YUNHO & CHANGMIN – ESQUIRE – April



Credit: Newen
Shared by: kokayz.livejournal.com
Reupload by: wonwoneun @ STI

[PIC] 110410 HOMIN’s Wedding Photo – SBS Heroes











 






Credit: as tag + DC
Shared by: kokayz.livejournal.com
Reupload by: wonwoneun @ STI
PLEASE TAKE OUT WITH FULL CREDITS

[PIC] HOMIN FOR FRAU










credit:
source: syc
shared by: hellafun @ omonatheydidnt.livejournal.com
re upload by: wonwoneun @ STI

[PIC] 110416 HOMIN – MBC Sharing Hope Love Plus Concert






Credit: as tagged + Nate
Shared by: kokayz.livejournal.com

[INFO] TVXQ Merilis Album ‘Tone’ di Korea



Album Jepang TVXQ yang baru “Tone” telah dirilis di Korea pada tanggal 14 Oktober 2011.
Albumnya sendiri telah dirilis di Jepang pada tanggal 28 September 2011 dan dengan sukses berada pada posisi nomer satu di Oricon’s Album Daily and Weekly Charts dan juga berhasil meraih sebuah Platinum dengan waktu 2 minggu.
Di dalam albumnya, “B.U.T (BE-AU-TY)“, “Duet“, “Back to Tomorrow” akan dimasukkan.“Keep Your Head Down“, “Maximum“, and “Superstar“ juga akan dimasukkan dalam album ini, total lebih dari tiga belas lagu di dalam album yang baru.
Versi CD dan Versi CD+DVD sudah dijual. Versi DVD akan berisi video pembuatan MV. Sementara itu TVXQ akan tampil di Manhattan untuk pembukaan dari ‘SM Town Live World Tour in New York‘ pada October 23rd.
Source: Yonhap News via Naver + Allkpop
shared by: nickymin @ omonatheydidnt.livejournal.com
indo trans by: wonwoneun @ STI

[PIC] Sungmin Selca with Changmin {SMTOWN in Tokyo}




credit: k_nanny @ twitter
reupload again by: wonwoneun
PLEASE TAKE OUT WITH FULL CREDITS

28.11.11

TVXQ photos from “Winter Rose” booklet revealed


With TVXQ releasing their latest Japanese single Winter Rose for the hoidays, Avex has unveiled the classy photoset featured in the booklet!
Dressed in black suits and ties, Yunho and Changmin lounge together in the backseat of a car. With muted colors and a vintage feel, the duo perfectly exudes a classy yet sexy vibe. Check out the photobook below:
The single, titled “Winter”, will be released on November 30th in Japan, with “Winter Rose” and a Christmas version of “Duet”.
Photos: as tagged
from : www.allkpop.com

21.11.11

[Info] DBSK's Keep Your Head Down Tracklisting


1. 이것만은 알고가-독백-Before U Go (Monologue)
Lyrics by 유영진 Composed by 유한진 / 유영진
Arranged by 유한진

2. 이것만은 알고가
Lyrics by 유영진 Composed by 유한진 / 유영진
Arranged by 유한진

3. 왜(Keep Your Head Down)
Lyrics by 유영진 Composed by 유한진 / 유영진
Arranged by 유한진

4. MAXIMUM
Lyrics, Composed, Arranged by 유영진

5. 믿기 싫은 이야기(How can I)
Lyrics, Composed, Arranged by 박창현

6. CRAZY
Lyrics, Composed, Arranged by 김태성 / Noday

7. Honey Funny Bunny
Sung by 유노윤호
Lyrics, Composed, Arranged by E-TRIBE

8. RUMOR
Korean Lyrics by 홍지유 Composed, Arranged by Outsidaz

9. 고백(Confession)
Song by 최강창민
Lyrics by 최강창민 Composed, Arranged by Mr.cho / 김태성

10. Our Game
Korean Lyrics by JQ
Composed, Arranged by Simister, William Edward / Hawes, Tim / Mhondera, Obi Simbarashe/ Priddle, Stuart

11. SHE
Korean Lyrics by Kenzie
Composed by Amy Power / Liz Rodrigues / Matt Tishler
Arranged by Kenzie

12. 아테나(ATHENA)
Lyrics, Composed, Arranged by 황현

13. ‘JOURNEY’
Feat. 서현 from 소녀시대
Lyrics Composed Arranged by 김달우

14. 이것만은 알고가-독백Before U go (Monologue)-(Instrumental)

DBSK Review Album : Keep Your Head Down



1. We just have to know - monologue-Before U Go (Monologue)
Follow-ups from the label, "We just have to know" the nature of the intro-colored track that flows over minimalist arrangements, like slicing the heart of the melody like an electric guitar blues at its height, seems reminiscent. Low and soft, but resolute to continue the tone of the monologue containing two members already two gokeneun
Now leave the rest of the lovers heart to love lowly heoulman found himself, to forget, I just, I do not ache as death of a man consoling his grief Pack up eye-catching.

2. We just have to know

Repackage album title song, "We just have to know 'the authentic R & B song, with understated arrangement U-Know Yunho, Max Changmin two members to concentrate on the vocals
Two remarkable understated arrangement to accelerate. The song, with unique vocals
Melodic rhythm as the melody rather than just moving the role to take, sometimes, sometimes with an 8-bit to 32-bit deployment unusual to feel the rhythm of the vocal
Will. Lyrics for a lovers goodbye selected a man of her hope of happiness, love you, man was sincerely want you to do just desperate for a bittersweet feeling to express, the song achieves perfect harmony with the atmosphere.

3. Why (Keep Your Head Down)

TVXQ's title track, 'why' impressive performance, a brilliant SMP song of the genre, heavy kick drum and bass synth that is constantly down,
Sharp contrast to the 16-bit configurations of guitar riffs, intense and compelling masculinity feel the song. In particular, the true love that lyrics
To the love of a man who believed he betrayed a sad state of mind and 'you in the chest
In addition to perfectly clear I'm a happy future. Later, how far you want to lose them get to know the truth which is love 'and the commitment of the man's warning, Lena was an intense song attracted more hungry. In addition subtitle 'Keep Your Head Down' and the betray left to say to your lover you want me to beg with the cherish carefully One day they may be subject to the implied meaning, so it compresses the main contents of the lyrics are eye-catching the pass .

4. MAXIMUM
'SMTOWN LIVE'10 WORLD TOUR' particularly through the public, harp, and this song was in the community, instant messaging, kkwaenggari Korea traditional instruments such as
Sampling, and on top of a modern blend of heavy-bit arrangement with an impressive noraeda that. Doedeut also a nice variety of dance moves reminiscent of flowing melodic lines and the configuration of the part shows the characteristics of the SMP genre, the lyrics will not until I'm down in the world than any hardship or who whipped me and I
Have met the real me that himself born again, with confidence means that you must love yourself in a format that monologue to myself Serve
Were expressed.

5. Do not want to believe the story (How can I)
'Do not want to believe the story' of the TVXQ debut 'HUG' and composers who deliver
Bakchanghyeon of the song, lovers parting advice of the sudden you do not know how to handle it bars
Emotion and U-Know Yunho, Max Changmin singing with the more mature
Emotion can find.

6. CRAZY
Cute dance performance reminiscent of 'CRAZY' a member of the
Vocals, carcase mix of new ways to change the personality of each member as well as a compelling haeteumeun Bridge seonsaha inversion of the melody parts of the song featuring a variety of attempts. Later, with direct participation by members haeteumeun improvisation as well as on the configuration TRAX, Jay participated in a rap song featuring a more attractive
Gives doubles.

7. Honey Funny Bunny
U-Know Yunho solo 'Honey Funny Bunny' U-Know Yunho of the trendiest in the world to find new attractive Slow Jam song, at first sight crush of the genre of women's 'Honey Funny Bunny' a unique representation of the word Love Song lyrics is impressive. Hit songwriter E-TRIBE and U-Know Yunho meets even more
The song geurubeuhan anticipated drums, sweet melodies and contrasting
Digital sound is a magnificent song that gives unusual charm.

8. RUMOR
'RUMOR' jakgoktim currently active in the United States 'Outsidaz' work, the sweet R & B chord progressions, and feel good grooves that blend eoptaempoui song. In particular, highlights the sophisticated melodies and clean vocals to create a
Impressive harmonies and conscious lyrics that speak of the people around you feel the man's frustration with his girlfriend and realistic feel 담아, empathy seems to be a jaahnael.

9. Confession (Confession)
Words and directly in charge of Max Changmin's solo ballad 'confession' of the song featuring piano and orchestration, as well as the wind and stringed instruments from the brass section, participation, and added a grand feeling. In addition, in Max Changmin
Appeal to emotion in the vocals and music you can feel the dynamics that maximize this song from beginning to end, and the lyrics Pack up the yibyeolhan sad longing for a lover makes the atmosphere even more heightened.

10. Our Game
Futuristic hip-hop rhythm of this song sounds impressive are the high frequencies of the pattern to eliminate the sub-bass synth, and showing a fantastic blend
With songs, lyrics, invariably do love the city, only for fans of music to express their passion for music hagetdaneun captured the win.

11. SHE
'SHE' is medium in an acoustic sound with songs papbalradeu
Electric fusion sound that strikes the unusual combination seemed to convey the unique atmosphere of the song. In the lyrics of a man who fell in love with happiness,
With feelings of joy at the same time you feel anxious, nervous, and a combination of emotions portrayed crooked, song composition and in the same vein, the song lyrics puleonae personality was even more pronounced.

12. ATHENA (ATHENA)

SBS drama 'Athena' is inserted into the OST this song impending grandeur and intense band with a blend of string playing, listening hard to the existing OST had to deliver a brilliant scale. 'Athena' in advance of the broadcast, along with
As an open, long-awaited TVXQ's new music to music fans are already getting a lot of love.

13. 'JOURNEY'

Divine Comedy 'JOURNEY' lover and a beloved holiday song, leaving a bright, containing seolremgwa tremors, TVXQ members' soft voice color, crisp pianos, strings and sweetness adds to the song. In particular, two featuring SNSD Seohyun involved in respiration seonsahae fantastic with TVXQ anticipated songs.

14. We just have to know - Soliloquy Before U go (Monologue) - (Instrumental)

14.11.11

DBSK Member Biography

DBSK Member Profile Review
 
Also known as: Dong Bang Shin KiTong Vfang Xien QiTōhōshinkiOrigin: Seoul, South KoreaGenre(s): K-pop, J-pop, a cappella, manufactured pop, r&bYears active: 2003–presentLabel(s): SM EntertainmentAvex Asia (ROC)Rhythm Zone (Japan)GMM Grammy (Thailand)Associated acts: SMTownWebsite: Official Korean websiteOfficial Japanese websiteMembers:*Xiah Junsu*Micky Yoochun*Hero Jaejoong*Max Changmin*U-know Yunho
 
 
Member profiles


U-know
Stage name : U-know Yunho (Hangul: 유노윤호; Hanja: 瑜鹵允浩) / Yunho (ユンホ, Yunho?)
Real name: Jung Yunho (Hangul: 정윤호; Hanja: 鄭允浩)
Date of birth: February 6, 1986 (1986-02-06) (age 22)
Place of birth: Gwangju

Hero
Stage name: Youngwoong Jaejoong (Hangul: 영웅재중; Hanja: 英雄在中) / Jejung (ジェジュン, Jejun?)
Birth name: Han Jaejoon (Hangul:한재준; Hanja: 韓在俊)[46]
Adopted name: Kim Jaejoong (Hangul:김재중; Hanja: 金在中) (now his real name)
Date of birth: January 26, 1986 (1986-01-26) (age 22)
Place of birth: Gongju
Xiah
Stage name: Xiah Junsu (Hangul: 시아준수; Hanja: 細亞俊秀) / Junsu (ジュンス, Junsu?)
Real name: Kim Junsu (Hangul: 김준수; Hanja: 金俊秀)
Legal birthday: January 1, 1987 (1987-01-01) (age 22)
Real birthday: December 15, 1986 (1986-12-15) (age 22)
Place of birth: Gyeonggi

Micky
Stage name : Micky Yoochun (Hangul: 믹키유천; Hanja: 秘奇有天) / Yuchun (ユチョン, Yuchon?)
Real name: Park Yoochun (Hangul: 박유천; Hanja: 朴有天)
Date of birth: June 4, 1986 (1986-06-04) (age 22)
Place of birth: Seoul {Jongno}

Max
Stage name : Choikang Changmin (Hangul: 최강창민; Hanja: 最强昌珉) / Changmin (チャンミン, Chanmin?)
Real name: Shim Changmin (Hangul: 심창민; Hanja: 沈昌珉)
Date of birth: February 18, 1988 (1988-02-18) (age 20)
Place of birth: Seoul

[Pictures] Max Changmin DBSK – 3rd Asia Live Tour MIROTIC Concert Press Conference at Bangkok








credit: tvxq-in + baLmickY.wordpress.com